ain, –, lain, dalam, waktu, yang, singkat., Sejarawan, mencatat, bahwa, keyakinan, terhadap, Islam, memberikan, energi, yang, paling, besar, yang, pernah, dimiliki, oleh, sebuah, peradaban, manusia, yaitu, di, saat, keimanan, benar, –, benar, mewarnai, keseluruhan, aspek, kehidupan, kaum, Muslimin,, sebuah, kesuksesan, besar, saat, itu, karena, mampu, menghasilkan, generasi, yang, terjaga, keimanannya., Perjalanan, daulah, (dinasti), Islam, tidak, serta, merta, berlangsung, mulus,, secara, perlahan, mulai, tercipta, perpecahan, dinasti, menjadi, negara, –, negara, kecil, sehingga, kaum, muslim, sibuk, mengatasi, urusan, negara, masing, –, masing, hingga, saat, pihak, barat, mulai, menyuarakan, pemikiran, nasionalisme, dan, sekularisme, yang, membuat, kekhalifahan, runtuh., Menurut, buku, Analisa, Runtuhnya, Daulah, Islam,, penyebab, utama, keruntuhan, adalah, kelemahan, iman, para, aparatur, yang, membuatnya, , terlena, dalam, kepentingan, duniawi., Kebobrokan, keimanan, seorang, muslim, yang, selalu, diturunkan, pada, generasi, –, generasi, berikutnya, membuat, kondisi, umat, sekarang, berada, dalam, titik, terendah, dalam, sejarah, yang, ditandai, dengan, munculnya, pemerintah, yang, dzholim,, orang, kaya, yang, kikir,, orang, miskin, yang, tidak, punya, harga, diri, (dengan, meminta, –, minta),, ilmu, yang, digunakan, dengan, bathil,, dan, kesengsaraan, lain, yang, kita, alami, sampai, saat, ini. Tinjauan, sejarah, memberikan, kesimpulan, yang, sangat, jelas,, tingkat, keimanan, pada, Allah, SWT, memberikan, suatu, kekuatan, dan, pandangan, hidup, untuk, membangun, sebuah, peradaban, manusia, yang, berkualitas, yang, pernah, dialami, pada, masa, kekhalifahan, dulu., Untuk, itu,, masing, –, masing, dari, kita, seharusnya, memiliki, PR, yaitu, bagaimana, mengembalikan, kondisi, dunia, ini, menjadi, dunia, yang, ideal, yaitu, kebalikan, dari, yang, disebut, di, atas, yaitu, datangnya, penguasa, yang, adil,, rakyat, yang, taat,, orang, kaya, yang, dermawan,, orang, miskin, yang, menjaga, harga, dirinya,, dan, orang, cerdas, yang, membina, masyarakat., Semua, itu, insyaAllah, bisa, dicapai, dengan, membangun, keimanan, masing, –, masing, dengan, cara, belajar, memperbanyak, pemahaman, , dan, menurunkannya, kepada, generasi, berikutnya, dan, senantiasa, menjaga, jiwa, dengan, bersih, dan, penuh, keikhlasan., Keimanan, adalah, suatu, yang, indah, dan, membuat, kita, mempertahankan, keindahan, tersebut, sehingga, mampu, menjalankan, syariat, tanpa, merasakan, bahwa, syariat, itu, adalah, suatu, paksaan. Semoga, bermanfaat. Lelucon, tentang, Ta\'arufDapat, dari, milis, eramuslim. Aktifis, jaman, kini Seorang, ikhwan, yang, kuliah, di, semester, akhir, berazzam, untuk, menyempurnakan, separuh, dien-nya., Sebagaimana, biasa,, beliau, pun, menghubungi, ustadnya, dan, memulai, proses, dari, awal, sampai, akhirnya, tiba, saatnya, untuk, taaruf,, yaitu, dipertemukan, dengan, calonnya., Tibalah, hari, dan, jam, yang, telah, ditentukan,, dengan, semangat seorang, aktivis,, beliau, datang, tepat, waktu, di, sebuah, tempat, yang, telah, di, janjikan, ustad., Taaruf, pun, dimulai,, sang, akhi, duduk, disebelah, murobby,, sementara, agak, jauh, di, depannya, sang, akhwat, di, temani, murobbiyahnya, dengan, posisi, duduk, menyamping, menjauhi, sudut, pandangan, si, ikhwan., Setelah, sekian, lama, berlalu, tak, ada, pembicaraan,, sang, murobby, berbisik, pelan, pada, mad\'unya, yang, malu-malu, ini, \"Gimana, akhi,, sudah, lihat, akhwatnya, belum,, sudah, mantap, apa, belum, ?\" \"Sudah, Ustad,, saya, mantap, sekali, ustad,, akhwatnya, yang, sebelah, kiri, itu, khan?\" Murobbynya, kaget,, wajahnya, berubah, agak, kemerahan., \", Eh..gimana, antum, !, yang, itu, istri, saya, !\" Kriteria, (, 1, ) Seorang, Akhi, muda, yang, baru, lulus, S-2, di, luar, negeri, ditanya, oleh, ustadnya, mengenai, kriteria, akhwat, yang, diinginkannya., Maka, dengan, segala, idealisme, sebagai, seorang, Ikhwan,, mulailah, ia, mencari-cari, kriteria, dan, menuliskan, hampir, lebih, dari, sepuluh, kriteria,, kemudian, menyerahkan, pada, ustadnya, tersebut. Kriterianya, sangat, bermacam-macam, dan, agak, mengada-ada., Dari, yang, pertama, dia, harus, seorang, akhwat,, cantik,, pendidikan, tinggi,, Suku, Sunda,, berkacamata,, lulus, dengan, cumlaude,, hafal, sekian, juz., dan, demikian, seterusnya., Setelah, diproses, oleh, sang, ustad,, akhirnya, ia, diberitahu, bahwa, tidak, ada, akhwat, yang, bisa, sesuai, dengan, 10, syarat, tesebut., Kemudian, sang, Ikhwan, mengurangi, kriterianya, menjadi, 9,, setelah, diproses, sekian, minggu, ternyata, hasilnya, nihil., Kemudian, sang, ikhwan, mengurangi, satu, lagi, dari, kriterianya, menjadi, delapan., Dan, setelah, ditunggu, sekian, lama, hasilnya, tetap, nihil, karena, terlau, ideal, kata, ustadnya., Dan, demikian seterusnya, setiap, kali, gagal, sang, ikhwan, mengurangi, satu, kriteria., Sampai, setelah, lewat, lebih, dari, dua, tahun, sang Ikhwan, akhirnya, menemukan, pasangan, hidupnya.Tapi, itupun, setelah, kriterianya, tinggal, satu! Kriteria, (, 2, ) Seorang, Akhi, ditanya, sang, Murobby, tentang, kriteria, seorang, akhwat, yang, diinginkannya., Setelah, beberapa, saat, berpikir,, sang, Akhi, menjawab, dengan, malu-malu, \"Yang, pertama, Ustad,, dia, harus, seorang, yang, cukup, cantik.\" \"Astaghfirullah, Akhi,, bukannya, Rasulullah, menyuruh, kita, untuk, mengutamakan, agamanya, dulu, ?, \" \"Yang, itu, sih, bukan, masalah, ustad, ?, \" \"Bukan, masalah, bagaimana, akhi,, ada, hadist, nya, lho, ..\" \"Khan, yang, namanya, akhwat, pasti, berjilbab, gede,, berarti, semuanya, kita, anggap, sudah, punya, pemahaman, agama, yang, cukup, baik,, sekarang, tinggal, kriteria, selanjutnya, yaitu, yang, cantik, \" \", Antum, bisa, aja, cari, alasan, !\" Kriteria, (3) Lagi-lagi, seorang, Ikhwah, diinterogarsi, oleh, murobbinya, tentang, calon, akhwat, yang, diinginkannya., Ikhwan, yang, satu, ini, tampaknya, sudah, kena, blacklist, sama, murobbinya, karena, selalu, menolak, memberi, kriteria, ketika, ditanya. \", Akhi,, ini, yang, terakhir, kalinya,